Pemain MU Yang Berbahagia Kembali Saat Pemecatan Mourinho

Klub Manchester United saat kepergian Jose Mourinho membuat banyak fans merasa Berbahagia. Namun tidak hanya suporter yang berbahagia setelah terjadinya pemecatan pelatih Jose Mourinho tetapi ada beberapa pemain juga ikut berbahagia. Pemecatannya juga dilakukan karena hasil kurang bagus dan situasi diruang ganti yang semakin panas dan terpaksa harus mengakhirinya di Old Trafford selama masa kepemimpinannya 2,5 tahun sudah bersama MU. Berikut nama-nama pemain yang memang kurang dekat atau ada bermasalah dengan sang pelatih.

1. Paul Pogba
Merupakan pemain yang sudah pasti senang atas pemecatan Mourinho di MU. sebab sang pemain selalu mencoba keluar dari tekanan dan kesulitan untuk bisa menunjukkan peforma terbaiknya dibawah pelatih asal portugal tersebut. terbukti saat pergantian pelatih baru dirinya sudah mulai kembali ke peforma terbaiknya di Manchester United.

2. Anthony Martial
Merupakan pemain yang punya hubungan kurang bagus dengan Jose Mourinho. yang membuatnya nyaris saja pindah ke klub lain pada musim panas lalu dimana pemain berusia 23 tahun ini memang menunjukkan peforma bagusnya dimasa-masa terakhir Mourinho yang sukses mencetak tujuh gol di premier League.

3. Alexis Sanchez
Merupakan pemain MU yang menjadi bayang-bayang dimana peformanya diatas pelatih Mourinho jauh dari sewaktu bermain di Barcelona dan Arsenal. sebab pemain asal Chile ini mungkin tidak bisa melakukan gaya permain dan bisa saja hubungan antar kedua kurang baik yang menjadikan peforma menurun dan diharapkan dengan kepergiannya dapat mendongkrak kembali kualitas dan peformanya.

Prediksi Pertandingan Tottenham Vs Chelsea 9 Januari 2019

Pada pekan ini akan menghadirkan pertandingan seru antara Tottenham menjamu Chelsea di Wembley. dimana pada laga babak semifinal Carabao Cup yang tentu akan bersaing untuk melaju ke babak berikutnya. Untuk laga sebelumnya Tottenham yang mengalahkan Arsenal dengan skor 2-0 sedangkan The Blues berhasil mengalahkan Bournemouth dan mempertemukan mereka dalam laga nanti. Masing-masing pelatih bakal memutar otak untuk menerapkan gaya bermain yang sesuai dengan laga yang akan dimulai 9 Januari 2019 malam hari.

Pasukan Mauricio Pochettino tentu akan menurunkan beberapa pemain intinya untuk menahan serangan Chelsea sedangkan untuk pihak Maurizio Sarri pasti juga memainkan permainan biasa mereka untuk bisa mengalahkan Tottenham yang diperkirakan sususan pemain dalam laga ini

Tottenham (4-2-3-1): Hugo Lloris,Davinson Sanchez,Jan Vertonghen,Danny Rose, Serge Aurier,Eric Dier, Dele Alli ,Christian Eriksen,Victor Wanyama, Erik Lamela,Harry Kane

Chelsea (4-3-3): Willy Caballero,David Luiz,Antonio Rudiger,Marcos Alonso,Cesar Azpilicueta,N’Golo Kante,Mateo Kovacic,Willian,Eden Hazard,Ross Barkley,Alvaro Morata

Pastinya dalam lagi ini tuan rumah lebih bermain ofensif untuk mendapatkan kemenangan pada laga nanti malam. tapi Chelsea juga datang dengan siap untuk bisa menghindari kekalahan dengan kemungkinan bermain lebih bertahan dan mempertahankan agar untuk menjadikan modal untuk leg kedua nantinya. Prediksi skor akhir Tottenham 1-0 Chelsea.

Tidak Harus Besar Untuk Bisa Menjadi Kuat

Persaingan dari sebuah kompetisi sepakbola memang selalu diramaikan dengan tim-tim besar. Kiprah dan juga penampilan dari mereka selalu menjadi yang sangat ditunggu-tunggu. Pertandingan di antar kesebelasan besar itu pun selalu menjadi dari laga yang sangat paling menyita perhatian, selain dari laga antara tim-tim sekota ataupun yang sering juga disebut juga dengan derby. Derby d’italia di antara inter milan dan juga juventus, Der Klassiker antara tim Bayern Muenchen dan juga Borussia Dortmund, dan juga dengan El Classico antara Barcelona melawan tim Real Madrid adalah laga-laga yang sangat ditunggu pada Liga-liga dari top Eropa.

Tidak semuanya bisa dikatakan sebagai kesebelasan besar. Dari kesebelasan yang besar tidak dilihat dari lama nya mereka didirikan, tapi dari sebuah klub baru bisa dibilang besar dilhat dari sebuah sejarah prestasi dari yang mereka raih, dan pada akhirnya akan bertanding secara lurus dengan jumlah fans yang sangat banyak. Serie A juga memiliki AC Milan, AS Roma, Juventus, dan juga Inter Milan. La Liga juga memiliki Barcelona dan juga Real Madrid. Bunsdesliga memiliki Bayern Muenchen dan juga Borussia Dortmund. Di Inggris, EPL memiliki Arsenal, Liverpool dan juga Manchester City, sebagai kesebelasan yang punya sejarah dan juga basis penggemar yang sangat besar

Pada umumnya, sebuah yang besar akan selalu di anggap sesuai yang sangat kuat.

Harry kane Doakan City Bisa Mengalahkan Liverpool

Laga dari Manchester City versus dengan Liverpool pada Stadion Etihad, pada hari jum’at (4/1/2019) di sini hari WIB, tidak berubahnya seperti pertandingan yang penentuan gelar pada Liga Inggris musim ini. Sehingga menjadi tidak mengherankan jika duel kali ini mengundang banyak sekali perhatian dari kalangan.

Misalnya Harry Kane. Penyarang dari Tottenham Hotspur itu pun secara terang-terangan untuk memberikan dukungan pada City dan juga berharap pasukan dari Pep Guardiola ini mampu untuk memenangkan laga dari krusial ini.

Maklum saja, Liverpool hingga pekan yang ke 20 rekor yang sempurna alias masih belum terkalahkan dengan sangat rincian 17 menang dan juga tiga seri. Keberhasilan itu lah yang telah menempatkan mereka untuk berada pada posisi yang teratas di klasemen sementara Liga inggris dengan total raihan 54 poin.

Liverpool juga sempat unggul empat poin dari Spurs dan juga tujuh angka dari City. Kalau The Citizens ini mampu untuk memutus rantai kemenangan dari Si Merah, maka persaingan dari perebutan gelar di Liga Inggris ini semakin sengit.

“Kami juga ingin City menang dan juga bisa membuat jarak sedikit yang lebih dekat, tapi mungkin itu tidak ada di dalam kendali kami. Yang kami bisa lakukan adalah menjaga diri sendiri dan juga untuk bisa memenangkan pertandingan kami,” ujar dari Hary Kane.

Asa Yang Besar Manchester United Di tahun Anyar

Manchester United yang terus untuk menunjukkan perfoma yang cemerlang pada akhir tahun. Setan Merah ini seolah menunjukkan lagi dari legarangannya dengan bisa menyapu bersih dalam tiga pertandingan mereka pada Liga Inggris.

Pertama, Paul Paul Pogba dan juga teman-teman menang 5-1 atas dari Cardiff City. Setelah itu, untuk membungkam Huddersfield total skor 3-1.

Teranyar, Manchester United juga meraih poin yang sempurna setelah menang telak dengan total skor 4-1 saat menghadapi Bournemouth di laga pekan ke 20 Liga Inggris, Di Old Trafford, pada minggu 31 Desember 2018.

Menariknya, semua dari capaian ini justru telah di dapat setelah MU di tantangi oleh caretaker manajer Ole Gunnar Solskjaer. Tapi sebelumnya, manajemen dari Mu telah memecat Jose Mourinho dari bangku pelatih di akibatkan oleh penampilan mereka yang
tidak kunjung baik.

Bahkan, ditengarai oleh penyebab buruknya penampilan dari Manchester United gara retaknya hubungan dari Jose Mourinho dan juga para pemainnya. Tapi, pelatih yang berasal dari Portugal tersebut, telah menolak asumsi itu.

Sejak berakhirnya dua musim, hubungan dari Jose Mourinho dengan para pemain Manchester United Khusus nya Paul Pogba tidak ideal. Jose Mourinho juga diduga menyebut pogba adalah virus di ruang ganti dikarenakan dianggap tampil tidak maksimal.

Namun, kini penampiland ari Pogba sudah sangat terbalik 100 derajat. Dalam Tiga pertandingan terakhir Manchester United, pemain yang berasal dari Prancis ini, telah mencetak 4 gol dan juga 3 assist.

Sarri Minta Hazard Putuskan Masa Depannya

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri menuntut pemain berposisi winger, Eden Hazard untuk segera memutuskan mada depan nya.
Maurizio Sarri ining segera menyelesaikan masalah ini tentang masa depan Eden Hazard.

Sudah bukan rahasia lagi kalau Eden Hazard menjadi salah satu pemain incaran utama Real Madrid. Sang pemain berposisiwinger, Eden Hazard juga sempat menggatakan soal ketertatikan nya untuk bermain bersama klub sepak bola raksasa Spanyol,Real Madrid.

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri sempat mengatakan bahwa diri nya tidak akan menghalangi jalan Eden Hazad jika ingin hengkandari Chelsea. Tetapi, pemain asal Belgia yang sudah berusia 27 tahun ini sempat mengklaim ingin memastikan masa depan nya
ketika pada akhir musim ini berakhir.

Pelatih Chelsea, Maurizio Sarri tidak sependapat dengan Eden Hazard. Mauruzio Sarri ingin pemain asal Belgia itu segeramenentukan masa depan nya dan tidak mengulur ulur waktu terus menerus.

“Pada saat ini saya secara pribadi tidak tahu tentang masa depan nya Eden Hazard, tetapi ini saat nya buat Eden Hazard untukmemutuskan pilihan nya,” ujar pelatih Chelsea, maurizio Zarri yang di lansir oleh Soccerway.

“Saya hanya lah pelatih Chelsea dan saya bukan lah presiden club Chelsea, saya secara pribadi tidak bertanggung jawab samasekali atas bursa tranfer pemain. Tetapi, saya ingin berbincang bincang dengan Eden Hzard tentang posisi di lapangan.tetapi, saya rasa kita harus menyelesaikan terlebih dahulu tentang masa depan sang pemain bintang tersebut,” Ujar Maurizio
Sarri menambahkan.

Pemain Berdarah Indonesia Minta Diselamatkan Dari Inter Milan

Mantan pemain Radja Nainggolan tidak betah bermain bersama Inter Milan. Pemain keturunan darah Indonesia itu ingin kembali ke klub asal nya di AS Roma.

Para media Italia menemukan rekaman vidio pembicaraan Radja Nainggolan dengan teman temannya. Di situ Radja Nainggolan mengatakan keinginan nya untuk meninggalkan Inter Milan dan ingin sekali kembali ke klub lama nya di AS ROma, Italia.

“Saya Berada di Inter Milan seperti berada di rumah pembantaian, Saya sudah melakukan apa yang di minta dan memberikan apa yang saa bisa di atas lapangan. Tetapi mereka semua hanya diam,” Ujar Radja Naiggolan dari rekaman vidio rekaman tersebut, yang di lansir oleh wartawan sepak bola Italia.

“Saya secara pribadi berteman baik dengan Francesco Totti dan kini Francesco Totti di angkat sebagai direktur AS ROma . Mungkin Francesco Totti bisa membantu saya kembali ke AS Roma. Sebelum itu, saya seperti nya harus buat keributan terlebih dahulu di sini jika mau pergi,” Sambungan Radja Nainggolan.

Pihak Inter Milan mendatangkan Radja Nainggolan pada musim panas 2018 lalu . Radja Nainggolan di kontrak bersama Inter Milan sampai tahun 2022 mendatang.

Inter Milan selalu mendapat pujian menyusul tranfer ini. Karena nya, meski di kenal dengan eksentrik nya, performa penampilan Radja Nainggolan di atas lapangan selalu bagus seperti yang dia tunjukkan saat berseragam AS Roma.

Cristiano Ronaldo Terus Kejutkan Pemain Juventus

Semenjak kedatangan Cristiano Ronaldo ke Juventus, mantan pemain Real Madrid, Cristiano Ronaldo terus menerus membuat kejutan untuk para pemain Juventus. Blaise Matuidi, pemain gelandang asal Prancis itu terheran heran dengan cara kerja seorang Cristiano Ronaldo.

Pemain bintang Juventus, Cristiano Ronaldo pada saat ini sudah berusia 33 tahun. Cristiano Ronaldo juga sudah banyak mengumpulkan banyak gelar mulai seperti gelar Liga Spanyol, Liga Inggris, Liga Champions, Liga Piala Eropa, Piala EURO bersama Portugal hingga lima buah gelar Ballon d’Or.

Tetapi, Blaise Matuidi asngat heran, Cristiano Ronaldo masih saja haus dengan gelar juara meski dirinya sudah memiliki banyak sekali gelar juara. Cristiano Ronaldo masih berlatih keras setiap hari di bandingkan dengan para pemain lainnya di Juventus.

“Cristiano Ronaldo adalah seorang pemain yang berfigur besar. Cristiano Ronaldo selalu bekerja keras, anda harus bermain bersama dia agar anda bisa paham betul, Karena anda bisa mengatakan nya ‘iya, tetapi, semua pemain selalu bekerja keras di atas lapangan’. Baiklah, namun cara Cristiano Roanldo bekerja menggambarkan bagaiman Cristiano Ronaldo bisa memenangkan segala nya,” kata Blaise Matuidi yang di lansir oleh media sepak bola Italia.

“Sehari sesudah pertandingan, kami semua merasa kecapekan, tetapi, Cristiano Ronaldo malah memilih latihan di Gym, Cristiano Ronaldo Salah Satu pemain pertama yang tiba, dan juga salah satu pemain yang keluar terakhir saat latihan,” Ujar gelandang asal Prancis, Blaise Matuidi yang berusia 31 tahun tersebut.

Real Madrid Makin Jatuh hati Dengan Jadon Sancho

Real Madrid gagal untuk mendatangkan gelangdang muda Manchester City, Jodan Sancho pada bura tranfer musim panas lalu, Real Madird gagal mendatangkan pemain asal Inggris yang berusia 18 tahun itu tersebut. Hal ini di karenakan tidak ada jaminan kalau Jodan Sancho pindah ke Real Madird mendapatkan posisi inti di skuat Real Madird.

Pada saat itu Jodan Sancho lebih bergabung dengan klub asal Jerman, Borusia Dortmund ketimbang klub raksasa asal Spanyol, Real Madrid. Alhasil, Jodan Sancho menjadi bintang dan bersinar bersama Borusia Dordtmund.

Klub raksasa asal Spanyol, Real Madrid sebenar nya sudah memberikan isyarat ingin mendatangkan Jodan Sancho sejak pada bursa teranfer musim panas lalu. Kejadian itu sebelum Jodan Sancho memutuskan untuk tinggalkan Manchester City lalu bergabung dengan Borusia Dordtmund.

Namun, Real Madrid berkemungkinan besar hanya akan menempatkan Jodan Sancho untuk memanaskan bangku cadangan atau lebih parah lagi sebagai pemain pengganti Castilla. Hal ini tersebut tentu saja tidak bisa di terima oleh Jodan Sancho.

Pada saat ini klub raksasa asal Spanyol, Real Madrid tersebut memang sangat mengemari mendatangkan pemain pemain muda. Pada bursa januari musim dingin atau akhur musim nanti. Real Madrid akan mencoba untuk merayu Manchester City supaya untuk kembali melepaskan pemain muda yang mereka miliki pada tranfer pemain bursa musim dingin mendatang di awal bulan januari 2019.

Catatan Negatif Roam Jelang Menghadapi Juventus

Juventus akan segera menjamu AS Roma di pekan yang ke 17 Serie A di Stadium Allianz, Turin, Minggu (23/12) pada dini hari WIB. Juventus juga lebih dijagokan dari pada laga bertajuk II Grander Partita tersebut. Selain dari performa yang jauh dari kata-kata yang memuaskan, Roma juga dipastikan tidak diperkuat pada pemain-pemain andalannya di lini depan

Meskipun Edin Dzeko telah dipastikan akan dapat bermain pada laga tersebut, Roma masih juga tidak bisa diperkuat Stephan El Sharaawy dan juga Lorenzo Pellegrini yang sama-sama telah menderita pada cedera otot. Selain itu, Daniele De Rossi ia juga masih saja harus absen dikarenakan sedang cedera tulan rawan. Sebaliknya, Juventus tetap akan tampil dengan skuat mumpuni meskipun di pastikan tetap tidak akan diperkuat Joao Cancelo, Andrea Barzagli dan Sami Khedira.

Selain sudah unggul dari segi komposisi pemain, Juventus ini juga unggul dari segi Head to Head. Dari ada nya 33 laga yang telah dilakoni pada kedua kesebelasan, Juventus telah memenangi 19 diantaranya, sedangkan Roma telah memenangi delapan laga dan juga sisanya hasil imbang. Selain itu, Juventus ini juga selalu memang pada tujuh laga kandang terakhirnya untuk menghadapi Roma di ajang Serie A.

Juventus yang di saat ini telah diperkuat Cristiano Ronaldo juga merupakan dari kesebelasan yang paling produktif pada serie A. Juventus telah mencetak sebanyak 330 gol dan juga hanya kebobolan dengan 8 gol.